sponsor

Slider

Seputar Bekasi

Pemerintahan

Tokoh

Kuliner

Piknik

Olah Raga

Belasan PSK Berhasil Dijaring

KOTA - Wanita penjaja seks dikejar Satpol PP.

Sejumlah wanita malam yang berkeliaran di jalan protokol dan di warung remang-remang Mustikajaya, dijaring petugas Satpol PP Kota Bekasi.

Satpol PP Kota Bekasi, mengejar-ngejar beberapa wanita malam yang biasa mangkal di warung remang-remang Kelurahan Mustikajaya, Kota Bekasi, Minggu pagi.

Para petugas terpaksa mengurungkan niatnya mengejar wanita yang menjadi pelayan warung remang-remang. Petugas berhasil merazia 13 wanita malam dan beberapa botol minuman keras serta tiga unit VCD player. 

Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan pihaknya menyisir jalan-jalan protokol yang ada di Kota Bekasi, “Semuanya dapatr 17 orang dan setelah didata mereka ada yang dibawa ke panti rehabilitasi dan ada juga yang diminta membuat pernyataan karena baru terkena sekali,” tandasnya.

Lokasi yang disisir itu di sekitar Jl Ahmad Yani, Bekasi. Mereka sebelumnya mengaku sedang menunggu angkutan umum, namun waktunya malam hari dengan dandanan menor. Petugas pun membawanya, namun setelah membuat surat pernyataan, wanita yang berdandan menor itu dipersilahkan pulang ke rumah.

"Operasi digelar karena keluhan masyarakat yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Bekasi. Banyak masukan dari masyarakat dan kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Sejumlah wanita malam mengaku dia terpaksa mencari makan dengan cara begitu karena tidak ada pekerjaan, “Daripada di rumah nganggur, anak ada kerja lain nggak bisa ya begini aja,” cetus Heni, 34, wanita manja ini. Hal senada dikatakan Wati, 40, wanita yang mengaku baru menjadi pelayan warung setelah suaminya pergi, “Nggak ada lagi yang ngasih makan anak saya, Mas,” katanya. (jamal)

Buruh Lawan Massa

Kesal Demo Bikin Macet, Tiga Buruh Dihajar Massa
Massa yang kesal dengan ulah pendemo sehingga mereka marah dan mengusir buruh.

Akibatnya, tiga buruh dilaporkan luka setelah bentrok dengan warga yang menghadang mereka di Jln. Cisokan 1 Prapatan Kawasan Ejip Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kamis pagi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09:00 itu, bermula dari berkumpulnya buruh yang tergabung dalam asosiasi FSPMI PT Abacus Kawasan Ejip, kemudian didatangi oleh massyarakat yang meminta buruh tidak menutup jalan, namun berakhir kericuhan dengan saling pukul.

Buruh kabur karena rekannya ambruk dihajar massa yang sejak kemarin tidak ingin wilayahnya dijadikan arena unjuk rasa.

Mereka yang luka semuanya karyawan PT Abacus yaitu Subandi, 32, Satpam, Ade Nurdin Maulana, 22, warga Kampung Pisangan RT.002/ 011 Penggilingan Jaktim dan Joko, 45, Satpam mereka dibawa ke RS Hosana Medica.

Sementara itu Walikota Bekasi Dr.H.Rahmat Effendi beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah menerima buruh yang sedang berdemo di kantor Walikota Bekasi menuntut kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Tahun 2014 dengan tuntutan kenaikan hingga 50 persen dari tahun sebelumnya.

Bersama Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) ,diantaranya Wakil Walikota Bekasi,Ahmaf Syaikhu ,Kepala Polresta Bekasi Kota Priyo,Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi,Dandim 05/07 Kota Bekasi serta 15 orang pimpinan persatuan buruh membahas dan menyelaraskan keinginan bersama antara pemerintah ,buruh dan perusahaan .

“Kami pasti menerima dan mengakomodir permintaan buruh yang menuntut kenaikan UMK hingga 50 persen atau sekitar Rp2,5 juta,namun hal ini perlu dibahas scara intensif dan seksama dan diikat dalam suatu kesepakatan.”jelas Rahmat Effendi. (bays)


Persoalkan Arus Kemacetan Lalu Lintas Bekasi

KABUPATEN - Persoalan kemacetan arus lalu lintas perlu segera dibenahi.

Kemacetan arus lalu lintas di kawasan Bekasi Utara perlu solusi.

Kondisi kemacetan saat ini semakin parah dengan bertambahnya jumlah kendaraan tanpa diiringi penambahan infrastruktur yang memadai.

Biasanya, kemacetan terjadi di saat jam-jam sibuk, seperti pagi dan sore hari. Hal ini ditegaskan langsung oleh Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kota Bekasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Heri Purnomo.

Menurut Heri, terdapat beberapa titik kemacetan di wilayah Kecamatan Bekasi Utara, di antaranya di pertigaan menuju komplek perumahan Wisma Asri, Jembatan Almanar Telukpucung.

Selain itu, kata Caleg nomor urut 2 ini, di pertigaan Alinda,  pertigaan Telukbuyung dan beberapa titik kemacetan lainnya, ’’Kemacetan masih menjadi persoalan yang belum diselesaikan dengan baik di Bekasi utara,” tuturnya.

Menurut anggota Komisi B DPRD Kota Bekasi ini, penyebab kemacetan di wilayah Bekasi Utara  di antaranya yakni jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan lebar jalan dan belum adanya rambu lalu lintas di setiap persimpangan jalan.

Kondisi diperparah, dengan banyaknya angkutan kota (Angkot) yang berhenti di sembarang tempat, ’’Dibutuhkan keseriusan dari pemerintah Kota Bekasi untuk mengurai kemacetan di wilayah Kota Bekasi khususnya Bekasi Utara,” tuturnya.

Hal yang dapat dilakukan untuk mengurai kemacetan di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 6 tersebut, lanjut Heri, yakni dengan melakukan pelebaran jalan dan memasang rambu di setiap perempatan jalan.

Caleg PKS nomor urut 1 dari Dapil 6, Desra Bachri menambahkan, pembuatan rambu atau memasang lampu merah di setiap persimpangan di wilayah Bekasi Utara harus segera dilakukan, sebelum kemacetan bertambah parah.

’’Segera harus dilakukan, karena kalau kemacetan bertambah parah akan semakin sulit. Selain itu, tindak tegas para sopir angkot yang berhenti sembarangan, karena itu menjadi salah satu kemacetan,” tegasnya.

Sementara, caleg nomor urut 3, Muhammad Nursyams Hilmi menambahkan, pihaknya akan mendorong pemerintah Kota Bekasi untuk segera menyelesaikan masalah kemacetan di wilayah kecamatan Bekasi Utara, ’’Mengurai kemacetan menjadi salah satu program kami sebagai Caleg PKS,” tandasnya. (bayu)

Kendaraan Barang Dirazia

Kasus pelanggaran kian meningkat, DLLAJ rutin gelar operasi

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Penyelanggaraan Angkutan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Faturahman mengungkapkan sepanjang 2013, jajarannya mencatat ada 266 kasus pelanggaran, para pelanggar tersebut merupakan kendaraan angkutan barang dari kawasan industri.

"Dari Bulan Januari sampai Apri ada kurang lebih 266 kendaraan yang kena razia, ada yang sedang diproses sidang di Pengadilan," ungkapnya.

Dibeberkan Fatur, kendaraan yang ditilang yang tidak mempunyai izin angkutan. Misalnya, tidak mempunyai izin trayek, KIR, juga melebihi kapasitas yang ada.

"Paling banyak melanggar justru kendaraan barang yang dari Kawasan Industri," jelas mantan Kasie Dinas Binamarga ini.

Razia tersebut kata Fatur, dilaksanakan dikawasan Cikarang Barat, Kedungwaringin, ada juga yang di Tambun dan Cikarang Utara. "Kalau ditilang ada bukti pelanggarannya, kendaraan tidak ada suratnya kita sita," tegasnya.

Walikota Kembali Sidak Kemacetan

Kota - Rabu (6/3/2013), Walikota Bekasi, Dr.H.Rahmat Effendi kembali melakukan sidak jalan dan kemacetan di sejumlah titik di Kota Bekasi. 

Kali ini titik jalan dan kemacetan di Jatiasih selepas keluar tol JORR Jatiasih tepatnya di Jalan Komsen.
Didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota_Bekasi Drs. Supandi Budiman MSi, Sekretaris Bimarta Kota Bekasi, Mohamad Ridwan, Kepala Bidang Bimarta Kota Bekasi, Arief Maulana dan Camat Jatiasih, Ahmad Zarkasih. Walikota Bekasi meminta sejumlah jalan yang rusak untuk diperbaiki dan juga agar pelebaran jalan segera dilakukan sehingga kemacetan di jalan komsen ini dapat terurai.
Dirinya mengatakan bahwa di beberapa ruas jalan rusak juga menghambat laju kendaraan dan mengakibatkan bertumpuknya kendaraan dari maupun ke Jatiasih. "Jalan-jalan yang rusak saya minta dalam 1-2 minggu ini dapat diperbaiki dan pelebaran jalan segera dianggarkan sehingga tahun ini juga beberapa ruas kemacetan dapat diperlebar jalannya. Pembebasan lahan, pelebaran jalan sejak saat ini harus segera diurus dan disosialisasikan kepada pihak yang terkait." ujar Dr.H.Rahmat Effendi.
Lebih lanjut, beliau memerintahkan kepada Dinas Bimarta untuk berkoordinasi dengan BPPT terkait dengan partisipasi perusahaan yang ada di sekitar jalan tersebut. Beberapa perusahaan itu seperti Giant, Toko Baja dan lainnya bisa ikut berpartisipasi dalam perbaikan jalan yang ada. (amel)

Walikota Bekasi Jadi Irup Peragaan PCB


Kota Bekasi – Apel pagi aparatur pemerintah Kota Bekasi hari ini, Senin (25/2), terasa menggugah semangat seluruh Aparatur. Hal ini dikarenakan adanya peragaan polisi cilik Kota Bekasi. Bertempat di Plaza Pemkot Bekasi, Walikota Bekasi Dr.H.Rahmat Effendi bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) pada peragaan polisi cilik ini. Sebanyak 34 polisi cilik Kota Bekasi mewakili memperagakan gerakan PBB dasar, variasi formasi dan gerakan senam lalu lintas.

Polisi cilik Kota Bekasi ini merupakan angkatan pertama yang diambil dari siswa-siswi SD mulai dari kelas 3 – 5 melalui seleksi yang cukup ketat, terpilihnya 264 polisi cilik Kota Bekasi yang tersebar di setiap kecamatan.Walikota mengatakan peragaan polisi cilik ini menjadi contoh bagi kita dalam berkoordinasi dan membangun sinergitas yang lebih baik. “Kemarin satlantas bekasi kota mendapat juara dan polisi cilik juga akan diikutkan pada lomba tingkat polda, saya ucapkan terima kasih atas peran sertanya,” ujarnya.

Dikatakan Kasatlantas Bekasi Kota, Kompol Iman Pribadi Santoso, polisi cilik Kota Bekasi ini sudah berlatih selama 3 minggu dibawah binaan Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Priyo Widiyanto dan mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi, kepala sekolah, guru dan orangtua murid.

Polisi cilik ini terbentuk sebagai salah satu wujud kepedulian Polri terhadap perkembangan karakter anak usia dini sebagai generasi penerus bangsa yang tangguh dan perkasa, tambahnya. (amel)

Polisi Cilik Beraksi Dihadapan PNS

Kota Bekasi - Ratusan Polisi Cilik dari berbagai satuan seperti Polisi Cilik Lalu lintas, Provost, Sabhara dan Brimob melakukan atraksi dengan menampilkan beberapa atraksi gerakan PBB dasar seperti hadap kanan dan hadap kiri, serong kiri serong kana serta empat langkah kedepan, belakang, kanan dan kiri.

Selain itu ratusan Polisi Cilik Bekasi (PCB) juga melakukan Variasi Formasi dan 12 gerakan pengaturan lalu lintas seperti stop semua jurusan,stop arah tertentu,stop dari arah depan dan belakang petugas, jalan dari sebelah kanan dan kiri petugas, mempercepat dari sebelah kanan dan kiri petugas serta memperlambat dari sebelah kanan dan kiri petugas.

Atraksi PCB yang meramaikan apel gabungan di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (25/2/2013) juga melakukan senam lalu lintas dan sontak mendapat sambutan tepuk tangan dari seluruh Aparatur Pemerintah Kota bekasi yang sempat menyaksikan penampilan PCB sebelum melaksanakan apel pagi.

Kasat Lantas Polresta Bekasi Kota, Kompol Iman Pribadi menyebutkan, terbentuknya Polisi Cilik Bekasi adalah Program Polri saat ini yeng betujuan membentuk karakter anak usia dini agar lebih disiplin dan lebih mencintai polisi. PCB diasuh langsung Kapolresta Bekasi Kota, Kombes (Pol) Priyo Widyanto merekrut sejumlah anak seklah Dasar mulai kelas 3 hingga 5 SD yang tersebar diseluruh kecamatan Kota Bekasi. (amel)

Jalan Sepi Saat Pencoblosan

Jalan sepi saat pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat.

Ruas jalan lengang di Jl. Ahmad Yani, Jl.Ir. H Juanda, Jl. Cut Meutia dan Jl.KH Noer Ali, Jalan Raya Pondokgede, tak banyak masyarakat berkendara, Minggu (24/2/2013).

Proses pemilihan Gubernur Jawa Barat yang dilaksanakan hari ini Minggu (24/2/2013), menyisakan suasana jalan-jalan pusat kota nampak lenggang, yang nampak hanya di beberapa pedagang kaki lima yang menjual kopi dan makanan ringan.

Pengguna jalan menurun, hanya kendaraan para petugas ketertiban, keamanan polisi serta para penyelengara pemilu serta beberapa masyarakat yang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satunya Jl. KH Noer Ali, Bekasi Selatan, yang disalah satu sisinya dialiri sungai Kalimalang.

Ny.Iye (40), pemilik warung kopi mengatakan dagangannya sepi pembeli. "Hanya satu dua saja yang singgah ke warung kopi saya,“ jelas wanita yang membuka warung kopi di Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Timur.

Dirinya berharap pemimpin Jawa Barat benar-benar bertanggung jawab, tidak pilih kasih dan mengumbar janji tapi ada bukti.

“Semoga siapapun yang terpilih mampu mewujudkan nama besar Jawa Barat, khususnya memperhatikan kesejahteraan warga Bekasi, ” ujar Iye, seraya mengatakan, agar Gubernur Jawa Barat yang terpilih memperhatikan Bekasi sebagai daerah yang sering langganan banjir dan jalan rusak di Kota Bekasi segera diperbaiki. (ms)