sponsor

Slider

Seputar Bekasi

Pemerintahan

Tokoh

Kuliner

Piknik

Olah Raga

Belasan PSK Berhasil Dijaring

KOTA - Wanita penjaja seks dikejar Satpol PP.

Sejumlah wanita malam yang berkeliaran di jalan protokol dan di warung remang-remang Mustikajaya, dijaring petugas Satpol PP Kota Bekasi.

Satpol PP Kota Bekasi, mengejar-ngejar beberapa wanita malam yang biasa mangkal di warung remang-remang Kelurahan Mustikajaya, Kota Bekasi, Minggu pagi.

Para petugas terpaksa mengurungkan niatnya mengejar wanita yang menjadi pelayan warung remang-remang. Petugas berhasil merazia 13 wanita malam dan beberapa botol minuman keras serta tiga unit VCD player. 

Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan pihaknya menyisir jalan-jalan protokol yang ada di Kota Bekasi, “Semuanya dapatr 17 orang dan setelah didata mereka ada yang dibawa ke panti rehabilitasi dan ada juga yang diminta membuat pernyataan karena baru terkena sekali,” tandasnya.

Lokasi yang disisir itu di sekitar Jl Ahmad Yani, Bekasi. Mereka sebelumnya mengaku sedang menunggu angkutan umum, namun waktunya malam hari dengan dandanan menor. Petugas pun membawanya, namun setelah membuat surat pernyataan, wanita yang berdandan menor itu dipersilahkan pulang ke rumah.

"Operasi digelar karena keluhan masyarakat yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Bekasi. Banyak masukan dari masyarakat dan kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Sejumlah wanita malam mengaku dia terpaksa mencari makan dengan cara begitu karena tidak ada pekerjaan, “Daripada di rumah nganggur, anak ada kerja lain nggak bisa ya begini aja,” cetus Heni, 34, wanita manja ini. Hal senada dikatakan Wati, 40, wanita yang mengaku baru menjadi pelayan warung setelah suaminya pergi, “Nggak ada lagi yang ngasih makan anak saya, Mas,” katanya. (jamal)

Buruh Lawan Massa

Kesal Demo Bikin Macet, Tiga Buruh Dihajar Massa
Massa yang kesal dengan ulah pendemo sehingga mereka marah dan mengusir buruh.

Akibatnya, tiga buruh dilaporkan luka setelah bentrok dengan warga yang menghadang mereka di Jln. Cisokan 1 Prapatan Kawasan Ejip Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kamis pagi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09:00 itu, bermula dari berkumpulnya buruh yang tergabung dalam asosiasi FSPMI PT Abacus Kawasan Ejip, kemudian didatangi oleh massyarakat yang meminta buruh tidak menutup jalan, namun berakhir kericuhan dengan saling pukul.

Buruh kabur karena rekannya ambruk dihajar massa yang sejak kemarin tidak ingin wilayahnya dijadikan arena unjuk rasa.

Mereka yang luka semuanya karyawan PT Abacus yaitu Subandi, 32, Satpam, Ade Nurdin Maulana, 22, warga Kampung Pisangan RT.002/ 011 Penggilingan Jaktim dan Joko, 45, Satpam mereka dibawa ke RS Hosana Medica.

Sementara itu Walikota Bekasi Dr.H.Rahmat Effendi beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah menerima buruh yang sedang berdemo di kantor Walikota Bekasi menuntut kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Tahun 2014 dengan tuntutan kenaikan hingga 50 persen dari tahun sebelumnya.

Bersama Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) ,diantaranya Wakil Walikota Bekasi,Ahmaf Syaikhu ,Kepala Polresta Bekasi Kota Priyo,Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi,Dandim 05/07 Kota Bekasi serta 15 orang pimpinan persatuan buruh membahas dan menyelaraskan keinginan bersama antara pemerintah ,buruh dan perusahaan .

“Kami pasti menerima dan mengakomodir permintaan buruh yang menuntut kenaikan UMK hingga 50 persen atau sekitar Rp2,5 juta,namun hal ini perlu dibahas scara intensif dan seksama dan diikat dalam suatu kesepakatan.”jelas Rahmat Effendi. (bays)


Persoalkan Arus Kemacetan Lalu Lintas Bekasi

KABUPATEN - Persoalan kemacetan arus lalu lintas perlu segera dibenahi.

Kemacetan arus lalu lintas di kawasan Bekasi Utara perlu solusi.

Kondisi kemacetan saat ini semakin parah dengan bertambahnya jumlah kendaraan tanpa diiringi penambahan infrastruktur yang memadai.

Biasanya, kemacetan terjadi di saat jam-jam sibuk, seperti pagi dan sore hari. Hal ini ditegaskan langsung oleh Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kota Bekasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Heri Purnomo.

Menurut Heri, terdapat beberapa titik kemacetan di wilayah Kecamatan Bekasi Utara, di antaranya di pertigaan menuju komplek perumahan Wisma Asri, Jembatan Almanar Telukpucung.

Selain itu, kata Caleg nomor urut 2 ini, di pertigaan Alinda,  pertigaan Telukbuyung dan beberapa titik kemacetan lainnya, ’’Kemacetan masih menjadi persoalan yang belum diselesaikan dengan baik di Bekasi utara,” tuturnya.

Menurut anggota Komisi B DPRD Kota Bekasi ini, penyebab kemacetan di wilayah Bekasi Utara  di antaranya yakni jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan lebar jalan dan belum adanya rambu lalu lintas di setiap persimpangan jalan.

Kondisi diperparah, dengan banyaknya angkutan kota (Angkot) yang berhenti di sembarang tempat, ’’Dibutuhkan keseriusan dari pemerintah Kota Bekasi untuk mengurai kemacetan di wilayah Kota Bekasi khususnya Bekasi Utara,” tuturnya.

Hal yang dapat dilakukan untuk mengurai kemacetan di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 6 tersebut, lanjut Heri, yakni dengan melakukan pelebaran jalan dan memasang rambu di setiap perempatan jalan.

Caleg PKS nomor urut 1 dari Dapil 6, Desra Bachri menambahkan, pembuatan rambu atau memasang lampu merah di setiap persimpangan di wilayah Bekasi Utara harus segera dilakukan, sebelum kemacetan bertambah parah.

’’Segera harus dilakukan, karena kalau kemacetan bertambah parah akan semakin sulit. Selain itu, tindak tegas para sopir angkot yang berhenti sembarangan, karena itu menjadi salah satu kemacetan,” tegasnya.

Sementara, caleg nomor urut 3, Muhammad Nursyams Hilmi menambahkan, pihaknya akan mendorong pemerintah Kota Bekasi untuk segera menyelesaikan masalah kemacetan di wilayah kecamatan Bekasi Utara, ’’Mengurai kemacetan menjadi salah satu program kami sebagai Caleg PKS,” tandasnya. (bayu)

Kendaraan Barang Dirazia

Kasus pelanggaran kian meningkat, DLLAJ rutin gelar operasi

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Penyelanggaraan Angkutan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Faturahman mengungkapkan sepanjang 2013, jajarannya mencatat ada 266 kasus pelanggaran, para pelanggar tersebut merupakan kendaraan angkutan barang dari kawasan industri.

"Dari Bulan Januari sampai Apri ada kurang lebih 266 kendaraan yang kena razia, ada yang sedang diproses sidang di Pengadilan," ungkapnya.

Dibeberkan Fatur, kendaraan yang ditilang yang tidak mempunyai izin angkutan. Misalnya, tidak mempunyai izin trayek, KIR, juga melebihi kapasitas yang ada.

"Paling banyak melanggar justru kendaraan barang yang dari Kawasan Industri," jelas mantan Kasie Dinas Binamarga ini.

Razia tersebut kata Fatur, dilaksanakan dikawasan Cikarang Barat, Kedungwaringin, ada juga yang di Tambun dan Cikarang Utara. "Kalau ditilang ada bukti pelanggarannya, kendaraan tidak ada suratnya kita sita," tegasnya.

Walikota Kembali Sidak Kemacetan

Kota - Rabu (6/3/2013), Walikota Bekasi, Dr.H.Rahmat Effendi kembali melakukan sidak jalan dan kemacetan di sejumlah titik di Kota Bekasi. 

Kali ini titik jalan dan kemacetan di Jatiasih selepas keluar tol JORR Jatiasih tepatnya di Jalan Komsen.
Didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota_Bekasi Drs. Supandi Budiman MSi, Sekretaris Bimarta Kota Bekasi, Mohamad Ridwan, Kepala Bidang Bimarta Kota Bekasi, Arief Maulana dan Camat Jatiasih, Ahmad Zarkasih. Walikota Bekasi meminta sejumlah jalan yang rusak untuk diperbaiki dan juga agar pelebaran jalan segera dilakukan sehingga kemacetan di jalan komsen ini dapat terurai.
Dirinya mengatakan bahwa di beberapa ruas jalan rusak juga menghambat laju kendaraan dan mengakibatkan bertumpuknya kendaraan dari maupun ke Jatiasih. "Jalan-jalan yang rusak saya minta dalam 1-2 minggu ini dapat diperbaiki dan pelebaran jalan segera dianggarkan sehingga tahun ini juga beberapa ruas kemacetan dapat diperlebar jalannya. Pembebasan lahan, pelebaran jalan sejak saat ini harus segera diurus dan disosialisasikan kepada pihak yang terkait." ujar Dr.H.Rahmat Effendi.
Lebih lanjut, beliau memerintahkan kepada Dinas Bimarta untuk berkoordinasi dengan BPPT terkait dengan partisipasi perusahaan yang ada di sekitar jalan tersebut. Beberapa perusahaan itu seperti Giant, Toko Baja dan lainnya bisa ikut berpartisipasi dalam perbaikan jalan yang ada. (amel)

Walikota Bekasi Jadi Irup Peragaan PCB


Kota Bekasi – Apel pagi aparatur pemerintah Kota Bekasi hari ini, Senin (25/2), terasa menggugah semangat seluruh Aparatur. Hal ini dikarenakan adanya peragaan polisi cilik Kota Bekasi. Bertempat di Plaza Pemkot Bekasi, Walikota Bekasi Dr.H.Rahmat Effendi bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) pada peragaan polisi cilik ini. Sebanyak 34 polisi cilik Kota Bekasi mewakili memperagakan gerakan PBB dasar, variasi formasi dan gerakan senam lalu lintas.

Polisi cilik Kota Bekasi ini merupakan angkatan pertama yang diambil dari siswa-siswi SD mulai dari kelas 3 – 5 melalui seleksi yang cukup ketat, terpilihnya 264 polisi cilik Kota Bekasi yang tersebar di setiap kecamatan.Walikota mengatakan peragaan polisi cilik ini menjadi contoh bagi kita dalam berkoordinasi dan membangun sinergitas yang lebih baik. “Kemarin satlantas bekasi kota mendapat juara dan polisi cilik juga akan diikutkan pada lomba tingkat polda, saya ucapkan terima kasih atas peran sertanya,” ujarnya.

Dikatakan Kasatlantas Bekasi Kota, Kompol Iman Pribadi Santoso, polisi cilik Kota Bekasi ini sudah berlatih selama 3 minggu dibawah binaan Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Priyo Widiyanto dan mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi, kepala sekolah, guru dan orangtua murid.

Polisi cilik ini terbentuk sebagai salah satu wujud kepedulian Polri terhadap perkembangan karakter anak usia dini sebagai generasi penerus bangsa yang tangguh dan perkasa, tambahnya. (amel)

Polisi Cilik Beraksi Dihadapan PNS

Kota Bekasi - Ratusan Polisi Cilik dari berbagai satuan seperti Polisi Cilik Lalu lintas, Provost, Sabhara dan Brimob melakukan atraksi dengan menampilkan beberapa atraksi gerakan PBB dasar seperti hadap kanan dan hadap kiri, serong kiri serong kana serta empat langkah kedepan, belakang, kanan dan kiri.

Selain itu ratusan Polisi Cilik Bekasi (PCB) juga melakukan Variasi Formasi dan 12 gerakan pengaturan lalu lintas seperti stop semua jurusan,stop arah tertentu,stop dari arah depan dan belakang petugas, jalan dari sebelah kanan dan kiri petugas, mempercepat dari sebelah kanan dan kiri petugas serta memperlambat dari sebelah kanan dan kiri petugas.

Atraksi PCB yang meramaikan apel gabungan di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (25/2/2013) juga melakukan senam lalu lintas dan sontak mendapat sambutan tepuk tangan dari seluruh Aparatur Pemerintah Kota bekasi yang sempat menyaksikan penampilan PCB sebelum melaksanakan apel pagi.

Kasat Lantas Polresta Bekasi Kota, Kompol Iman Pribadi menyebutkan, terbentuknya Polisi Cilik Bekasi adalah Program Polri saat ini yeng betujuan membentuk karakter anak usia dini agar lebih disiplin dan lebih mencintai polisi. PCB diasuh langsung Kapolresta Bekasi Kota, Kombes (Pol) Priyo Widyanto merekrut sejumlah anak seklah Dasar mulai kelas 3 hingga 5 SD yang tersebar diseluruh kecamatan Kota Bekasi. (amel)

Jalan Sepi Saat Pencoblosan

Jalan sepi saat pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat.

Ruas jalan lengang di Jl. Ahmad Yani, Jl.Ir. H Juanda, Jl. Cut Meutia dan Jl.KH Noer Ali, Jalan Raya Pondokgede, tak banyak masyarakat berkendara, Minggu (24/2/2013).

Proses pemilihan Gubernur Jawa Barat yang dilaksanakan hari ini Minggu (24/2/2013), menyisakan suasana jalan-jalan pusat kota nampak lenggang, yang nampak hanya di beberapa pedagang kaki lima yang menjual kopi dan makanan ringan.

Pengguna jalan menurun, hanya kendaraan para petugas ketertiban, keamanan polisi serta para penyelengara pemilu serta beberapa masyarakat yang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satunya Jl. KH Noer Ali, Bekasi Selatan, yang disalah satu sisinya dialiri sungai Kalimalang.

Ny.Iye (40), pemilik warung kopi mengatakan dagangannya sepi pembeli. "Hanya satu dua saja yang singgah ke warung kopi saya,“ jelas wanita yang membuka warung kopi di Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Timur.

Dirinya berharap pemimpin Jawa Barat benar-benar bertanggung jawab, tidak pilih kasih dan mengumbar janji tapi ada bukti.

“Semoga siapapun yang terpilih mampu mewujudkan nama besar Jawa Barat, khususnya memperhatikan kesejahteraan warga Bekasi, ” ujar Iye, seraya mengatakan, agar Gubernur Jawa Barat yang terpilih memperhatikan Bekasi sebagai daerah yang sering langganan banjir dan jalan rusak di Kota Bekasi segera diperbaiki. (ms)




Satpol PP dan Hansip Turunkan Alat Peraga

KOTA – “Penurunan alat peraga kampanye Pemilihan Gubernur yang akan digealr 24 Februari mendatang melibatkan sejumlah Hansip.

Hal ini guna mensinergikan petugas Hansip dan satpol PP,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Yayan usai menggelar apel di Plaza, Kamis (21/2/2013).

Ia mengatakan bahwa sebelum masa tenang, pihaknya sudah menertibkan alat peraga kampanye. Pihaknya tidak lagi memperbolehkan bagi tim sukses peserta pilkada untuk memasang alat peraga kampanye.

Selain menegakkan peraturan yang sudah ditentukan, Yayan menghimbau agar Kota Bekasi juga terlihat bersih. Terlebih saat ini sedang dalam penilaian tahap 2 adipura oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

“Saya berharap penurunan alat peraga kampanye berlangsung tertib,” kata Yayan. (amel)



Anugerah RSPA Bantuan Korban Bencana Alam

KOTA - Agka kecelakaan mengalami penurunan dan upaya mengajak masyarakat menanamkan budaya tertib berlalu lintas hasilkan Anugerah.

Di sela-sela pelaksanaan peringatan Upacara Hari Kesadaran Nasional Tingkat Kota Bekasi Tahun 2013, Senin (18/2/2013), Pemerintah Kota Bekasi menerima piala juara I RSPA (Road Safety Partnership Action) se-Polda Metro Jaya dari Polresta Bekasi Kota dan bantuan korban bencana alam dari Matahari Department Store Regional Jakarta 3.

Piala juara I RSPA se-Polda Metro Jaya ini diserahkan langsung oleh Kasat Lantas Polresta Bekasi Kota Kompol Iman Pribadi Santoso, SiK kepada Walikota_Bekasi Dr.H.Rahmat Effendi, kemudian Walikota Bekasi memberikannya kepada Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Drs.Priyo Widyanto, MM dan Kapolresta Bekasi Kota menyerahkannya kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota_Bekasi Drs.Supandi Budiman, MSi.
 

Bantuan korban bencana alam dari Matahari Department Store Regional Jakarta 3 diserahkan langsung oleh Store Manager Matahari Cabang Bekasi Dedi Turmudi kepada Walikota Bekasi, kemudian Walikota Bekasi memberikannya kepada Sekda Kota_Bekasi Drs.H.Rayendra Sukarmadji, MSi dan Sekda Kota Bekasi  menyerahkan kepada Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi Drs.H.Alexander Zulkarnain, MSi.

Dikatakan Walikota Bekasi, diraihnya juara I RSPA ini adalah hasil kerja keras kita bersama-sama dimana angka kecelakaan telah mengalami penurunan, dan kita terus berupaya mengajak masyarakat menanamkan budaya tertib berlalu lintas.

“Terima kasih kepada pihak matahari department store atas bantuannya untuk mengurangi beban masyarakat yang terkena banjir”, ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Turmudi juga mengatakan bantuan yang kita berikan pakaian layak pakai sebanyak 22 koli dan 36 dus mie instan merupakan bentuk kepedulian karyawan dan perusahaan terhadap lingkungan sekitar. (amel)



Kompetisi Road Safety Partnership Nasional

KOTA – Penghargaan Tertib Lalu Lintas yang diraih Kota Bekasi untuk wilayah hukum Polda Metro Jaya patut diajung jempol. 

Kota Bekasi akan diikut sertakan dalam program Road Safety Partnership Action Competition untuk tingkat nasional. Gal ini menyusul diraihya Penghargaan Tertib Lalu Lintas.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi saat memipin apel pagi sekaligus memperingati hari Kesadaran Nasional di Plaza Bekasi, Senin (18/2/2013). 


Pada kesempatan itu, Rahmat Effendi juga menyerahkan piala kepada Kasatlantas Polresta Bekasi Kota, Kompol Iman Pribadi disaksikan Kapolresta Bekasi Kota Kombes Priyo Widyanto dan sejumlah pejabat lainnya.

Rahmat Effendi mengatakan, penghargaan yang diraih bukan sekedar mendapatkan piala atau pun penghargaan. Namun mempertahankan serta meningkatkan budaya tertib berlalu lintas agar lebih disiplin, ujarnya seraya menyebutkan Jalan Hasibuan bekasi Timur juga akan diresmikan menjadi kawasan tertib lalu lintas. (amel)



Rapat Koordinasi Teritorial TNI 2013

Kasum TNI Marsdya TNI Daryatmo, S.IP., menyampaikan perkembangan kondisi sosial di Indonesia saat ini berlangsung dengan dinamika yang cukup tinggi. 



Rapat Koordinasi Teritorial (Rakorter) TNI tahun 2013 digelar selama satu hari di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (04/02/13), yang dihadiri ratusan peserta dari pejabat TNI AD, pejabat TNI AL, pejabat TNI AU, pejabat Kohanudnas dan belasan peninjau.

Rakorter TNI ini dibuka oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsdya TNI Daryatmo, S.IP., dengan tema “Melalui Rakorter TNI Tahun 2013, Kita Tingkatkan Peran Komando Kewilayahan TNI dalam rangka Pemberdayaan Wilayah Pertahanan guna Mendukung Tugas Pokok TNI”.

Maksud diselenggarakannya Rakorter TNI adalah untuk menyampaikan evaluasi pelaksanaan kegiatan teritorial tahun 2012 dan kerja sama dengan instansi terkait yang
telah dijalin dengan tujuan memperoleh masukan untuk peningkatan kegiatan Pembinaan teritotial (Binter) dan meningkatkan sinkronisasi dengan Kementerian/instansi terkait serta penyampaian Program Kerja TA. 2013.

Kasum TNI Marsdya TNI Daryatmo, S.IP., dalam amanatnya menyampaikan perkembangan kondisi sosial di Indonesia saat ini berlangsung dengan dinamika yang cukup tinggi. 


Hal tersebut lebih banyak disebabkan oleh masalah hukum dan politik yang tidak bisa diselesaikan secara tuntas oleh pihak yang berwenang sehingga memunculkan berbagai permasalahan sosial di masyarakat seperti demonstrasi anarki, konflik sosial, tindakan kriminal dan lain sebagainya. 

Keadaan seperti  itu, tentunya akan memengaruhi mekanisme pelaksanaan kegiatan tugas-tugas komando kewilayahan  di wilayah kerja masing-masing.

Masalah-masalah sosial tersebut, perlu disikapi dan diantisipasi serta dikoordinasikan dengan para pejabat di daerah agar permasalahan tersebut tidak berkembang menjadi gejolak sosial yang lebih luas.  


samping itu, kejadian-kejadian bencana alam
seperti banjir, kebakaran hutan, gempa bumi dan lain sebagainya sering terjadi
di sekitar wilayah kerja. Keadaan tersebut menuntut TNI untuk selalu siap dan ikut
serta menanggulangi bersama-sama instansi lainnya.


 
Amanat Kasum TNI


Pertama, manfaatkan dengan baik Rakorter ini sebagai sarana koordinasi dan komunikasi antar sesama pejabat komando kewilayahan, agar diperoleh kesamaan  persepsi dan interpretasi serta sinkronisasi dalam tugas pemberdayaan wilayah pertahanan di wilayah kerja masing-masing.  

Kedua, pahami dengan  baik Undang-Undang  RI Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI menyangkut tugas pokok TNI, khususnya tentang operasi militer selain  perang  sehingga   tidak  muncul permasalahan-permasalahan prinsip yang tidak diharapkan ketika tugas tersebut diimplementasikan di lapangan. 

Ketiga, laksanakan koordinasi sebaik-baiknya dengan pemerintah daerah dan instansi terkait setempat, khususnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing, sehingga manfaat dari kegiatan pemberdayaan wilayah pertahanan dapat dipahami oleh semua pihak. (amel)



sumber: Puspen TNI / zoel

BMKG Prakirakan Cuaca

Stasiun Klimatologi  Darmaga Bogor merilis informasi meteorologi  seperti banyaknya hari hujan, intensitas hujan maksimum, cuaca ekstrim, informasi unsur iklim dan perkembangan iklim  hingga awal 2013.

Prakiraan curah hujan bulan Februari dan Maret 2013 pada umumnya 201-400 mm. Sebagian kecil daerah Bekasi Utara dan Karawang Utara curah hujannya diperkirakan < 20 – 200 mm.  


Curah hujan >401 mm diperkirakan terjadi di sebagian kecil wilayah Bogor, Sukabumi Utara, Cianjur Utara, Purwakarta Timur, Sumedang Timur, Ciamis Tengah dan Tasikmalaya Barat bagian tengah.

Untuk sifat hujan bulan Februari dan Maret 2013 diperkirakan pada umumnya Normal (N). Untuk sebagian kecil Bogor Utara, Cianjur Tengah, Sumedang, Kuningan Tengah dan Indramayu Timur diperkirakan sifat hujannya Atas Normal (AN), sedangkan curah hujan Bawah Normal (BN) diprakirakan tidak terjadi.

Kota Depok pada Bulan Februari diperkirakan curah hujan 400 mm dan sifat hujannya Atas Normal (AN). Sementara di Bulan Maret, diperkirakan Curan Hujan 200 mm dengan sifat hujannya Normal (N). Pada Bulan April diperkirakan sifat hujan di Depok Atas Normal (AN) dengan curah hujannya 375 mm. (amel)



Arus Lalu Lintas Macet

Dampak banjir di Kota dan Kabupaten Bekasi membuat jalur utama macet total. Sejumlah petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas terlihat kewalahan mengatur kendaraan yang mulai terlihat padat. 

Diinformasikan pada para pengguna jalan dari pukul 8:00 pagi jalan Tambun-Cibitung-Cikarang macet total. Penyebabnya masih di karenakan banjir yang menggenangi jalan-jalan utama.

Kemacetan di jalur utama Kota Bekasi pun tak bisa dihindari dari jalan aray KH Noer Ali dan Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, termasuk di kawasan kranji Bekasi Barat. Kendaraan yang melintas di jalan tesebut hanya mampu berkecepatan 5 kilometer perjam.

Bagi para pengendara mobil disarankan untuk mengambil rute lainnya dan penegndara motor di sarankan untuk mencari jalan lain yang tidak terkena banjir. (aan)






Pelatihan Polisi Cilik Kota Bekasi


KOTA - Polresta Bekasi Kota mengelar Pelatihan Polisi Cilik yang merupakan binaan Satlantas Polresta Bekasi Kota, Selasa, (8/1/2013).


Kegiatan Polisi Cilik tersebut bertempat di Plaza Pemkot Bekasi diikuti oleh perwakilan sekolah yang ada di 12 Kecamatan di Kota Bekasi.

Hal ini atas kerjasama antara Polresta Bekasi Kota dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Kepala Satuan Lalulintas Polresta Bekasi Kota Iman Pribadi Santoso,SIK mengatakan, kegiatan dini dilakukan kepedulian kita sebagai orang tua, guru untuk membentuk karakter anak usia dini. serta membina mental para anak-anak dengan program Polisi Cilik ini, tutur Iman.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Jajaran Dinas pendidikan Kota Bekasi, guru-guru, serta orang tua murid yang mendukung program Polisi Cilik Kota Bekasi, sehingga diharapkan anak-anak memiliki kedisiplinan, percaya diri, bertanggung jawab, berahlak mulia," ujarnya.

Semenetara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Encu Hermana mengatakan sangat senang dan siap mendukung program polisi cilik Kota Bekasi yang baru pertama kali dilakukan di Kota Bekasi.

Pelajar adalah generasi muda masa depan yang diharapkan mampu meneruskan cita-cita perjuangan bangsa.terang Encu, beliau berpersan kepada anak-anak yang terpilih menjadi Polisi Cilik Kota Bekasi.

"Suatu kebanggaan tersendiri anak-anakku sekalian pada saat ini dapat mengikuti program polisi cilik ini, saya berharap anak-anak dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh dan dapat diterapkan di lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat," bangganya. (amel)







Sosialisasi Disiplin Lalu Lintas Bagi Pelajar

KOTA - Walikota Bekasi Dr.H.Rahmat Effendi buka Sosialisasi Peningkatan Disiplin dan Kesadaran Lalu Lintas di Kalangan Pelajar di Kota Bekasi.

Bertempat di SMAN 8, Senin (19/11/2012), Dr.H.Rahmat Effendi mengatakan bahwa peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Kota Bekasi mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat untuk memiliki kendaraan.

Saat ini, jumlah kendaraan bermotor di Kota Bekasi berjumlah 1,1 juta lebih, dengan rincian motor 950 ribu unit, mobil penumpang 181 ribu unit, bus 85 unit, mobil barang 15 ribu unit dan kendaraan khusus 32 ribu unit.

Lebih lanjut, Walikota mengatakan sosialisasi ini sebagai upaya meminimalisir kecelakan dan kesalahan lalu lintas khususnya di kalangan pelajar. Kerjasama dengan Polres Metro Bekasi diharapkan mampu mengurangi kemacetan  dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. ”Pengguna jalan memegang peranan penting dalam terciptanya transportasi yang aman, lancar dan selamat”, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Drs. Supandi Budiman, MSi mengatakan kegiatan ini akan dilakukan di 8 sekolah, yakni SMAN 8, SMAN 3, SMA Panglima Sudirman, SMA Korpri, SMA PGRI, SMA Ananda, SMA Santa Monika dan SMA Strada.

”Semoga dengan adanya sosialisasi ini mampu meningkatkan kesadaran di kalangan pelajar dalam berlalu lintas”, harap Drs. Supandi Budiman, MSi. (tim/dimz/ronz)

Kota Bekasi Memberdayakan Linmas


KOTA – Bila satuan perlindungan masyarakat (linmas) diberdayakan dengan sungguh-sungguh akan memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap aspek keamanan maupun sosial kemasyarakatan.

Demikian disampaikan Walikota_Bekasi Dr.H.Rahmat Effendi saat memimpin apel siaga gabungan linmas dan K3 di Kecamatan Mustika Jaya, Selasa, 13 Nopember 2012.

Hari pertama apel siaga gabungan linmas dan K3 ini diikuti oleh 3 kecamatan yakni Kecamatan Mustika Jaya, Kecamatan Bantar Gebang dan Kecamatan Rawa Lumbu.

“Di APBD 2013 mulai awal Januari sudah masuk anggaran setahun penuh untuk insentif satuan linmas di lingkup Pemkot Bekasi. Ini adalah awal penataan dan pengakuan pemerintah bahwa satuan linmas mendapatkan perhatian dan juga sebagai bentuk penghargaan pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan karena linmas sangat bermanfaat bagi kelangsungan jalannya roda pemerintahan kelurahan, kecamatan  dan masyarakat”, ujar orang nomor satu di Pemerintahan Kota Bekasi tersebut.

Ditambahkannya, kalau instrument organisasi RT, RW, kelurahan serta linmas sudah terkoordinasi dengan baik maka saya yakin percepatan pembagunan di Kota Bekasi dapat memberikan dampak yang sangat signifikan.

Usai pelaksanaan apel, diberikan insentif sebesar 100 ribu untuk tiap-tiap kelurahan yang terdiri dari 31 anggota linmas.

Turut hadir, Asda 1 Setda Kota Bekasi, Kabag Bipem Setda Kota_Bekasi, camat dan lurah lingkup Mustika Jaya, Bantar Gebang dan Rawa Lumbu, serta perwakilan TNI Kecamatan Mustika Jaya. (ronz/amel)

Kota Bekasi Perlu Benahi Kemacetan Lalin


KOTA - Kemacetan kerap kali membuat para pengendara geram, terlebih situasi ini terjadi setiap hari.

Kondisi jalan di Kota Bekasi tak lepas dari kemacetan. Kondisi jalan macet biasa terjadi dari arah kalimalang, Unisma menuju Tambun yang masih terpantau padat.

Dari pantauan dilokasi jalan tersebut selalu padat dijam-jam tertentu seperti pagi dan sore hari, sehingga membuat kemacetan sepanjang 300 meter.

Tidak hanya jalan Chairul Anwar, di jalan Hasibuan mulai dari lampu merah BCP Bekasi selatan hingga lampu merah Unisma juga terpantau padat.

Bagi warga Bekasi yang melintasi jalan tersebut agar menghindari jalan tersebut karena kemacetan diperkirakan akan terjadi hingga pukul 20.00 WIB. (randy/aji)

Kasat Lantas Pantau Sumber Kemacetan Kota Bekasi

Kasat Lantas Pantau Sumber Kemacetan Kota Bekasi
Kepala Satuan Lalulintas Polresta Bekasi Kota, Kompol Iman memantau langsung sumber-sumber kemacetan di beberapa wilayah di Kota Bekasi menjelang puncak arus mudik. Pantauan KabarBekasi.com yang pada kesempatan itu ikut menyaksikan peninjauan langsung, Kompol Iman sempat turun dari mobil yang dikendarainya karena terjebak macet di perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Bekasi kemarin.

Beberapa sumber kemacetan lainnya, seperti pertigaan Harapan Indah, depan Pasar Kranji, Bulak Kapal Bekasi, putaran Atrium Pondok Gede serta lokasi macet lainnya diberikan pengaturan lalu lintas secara prioritas. Terlebih menjelang puncak arus mudik, sejumlah lokasi yang merupakan rawan macet, pihak Satlantas sudah menugaskan beberapa personilnya termasuk mendirikan pos pengamanan.

Pantauan pihak kepolisian bersama rombongan yang sempat berkeliling mulai dari Pasar Sumber Arta hingga keperbatasan Jakarta Timur dengan Kota Bekasi, ada beberapa dugaan sumber kemacetan yaitu selain dari membludaknya kendaraan dirus jalan. Diketahui bahwa beberapa putaran jalan dan simpang pertigaan salah satu dugaan penyebab kemacetan. Dilokasi pertigaan itu pun pihak kepolisian sudah mengatur sejumlah rekayasa lalu lintas dan membuat rambu-rambu serta tanda arah jalan kepada para pemudik agar tidak membingungkan menuju tujuannya masing-masing. Pihak kepolisian setempat pun siap bekerja sama dengan Dinas perhubungan setempat membantu kondisi arus mudik di Kota Bekasi. 
 
Sumber : kabarbekasi 
 
 

Batita Dikepruk Botol dan Disundut Rokok

DI PANGKUAN NENEK: Ayu Wulandari (3) korban penganiayaan ayah angkat.
CIKARANG BARAT–Malang betul nasib bocah berusia tiga (batita) tahun ini, Ayu Wulandari. Bukannya mendapat kasih sayang dan perhatian dari ayah angkatnya, Harianto (35), justru mendapat siksaan. Tubuh korban kerap disundut rokok dan dikepruk botol oleh pelaku hanya gara-gara sering Buang Air Besar (BAB) dan kencing di kasur.

Kemarin, penderitaan korban terungap setelah rumah yang ditempatinya bersama ayah angkatnya yang kejam di Kampung Poncol RT 02/02, Desa Kalijaya, Cikarang Barat ini dikunjungi Yuli (51) nenek korban. Yuli terkejut bukan main begitu mengetahui sekujur tubuh cucu kesayangannya itu penuh dengan bekas luka sundutan rokok.
Yuli mengaku tidak kuat begitu melihat banyak luka lebam di sekujur tubuh cucunya. bahkan di kedua tangannya banyak tersisa bekas luka sundutan rokok. ’’Di badannya banyak sekali luka bekas sundutan rokok, pelipisnya pun juga mengalami lebam,” beber Yuli kepada Radar Bekasi, kemarin.
Lebih terkejut lagi, saat dia menanyakan siapa pelaku yang tega menyiksa tubuh sang cucu, diketahui justru orang yang selama ini dipercaya untuk mengasuhnya sebagai pelaku.
’’Cucu saya cerita kalau  mulutnya dilakban, dipukul dengan tangan dan botol. Kalau nangis terus ditambah dengan sundutan rokok,’’ beber perempuan yang rambutnya mulai memutih ini.
Mendengar cerita cucunya, Yuli langsung menjerit histeris. Sontak saja kemarahan dirinya terdengar warga setempat. Hingga berdatangan ke kediaman Harianto.
’’Saya bersama warga langsung melaporkan penganiayaan ini ke Polsek Cikarang Barat. Karena kasus ini terjadi pada anak-anak petugas polsek langsung melimpahkan ke Polres,” ucapnya.
Menurut pengakuan Harianto(35) mengatakan, penganiayaan tersebut terjadi karena dirinya kesal dengan tingkah anak angkatnya yang sering buang air kecil dan besar di kasur.
Harianto pun tidak segan-segan langsung memukul Ayu dengan tangan dan botol. Dia juga menyundut Ayu dengan rokok hingga berbekas.
’’Saya khilaf melakuan penganiayaan kepada Ayu, mas. Kalau saya diizinkan memeluk untuk minta maaf, saya lakukan sekarang. Saya sayang Ayu,’’ kata Harianto dengan nada penuh penyesalan.
Sementara Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bekasi Kabupaten Iptu Endang Longla, mengatakan hingga kini pihak kepolisian Unit PPA masih memintai keterangan saksi-saksi dan pelaku.
Apabila nanti terbukti melakukan perbuatan tersebut pelaku terancam dengan pasal Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman 20 tahun penjara.
Untuk mempertanggung jawab kan perbuatannya kini pelaku dijebloskan ke sel tahanan Mapolresta Bekasi Kabupaten  dan kasus penganiayaan tersebut kini di tangani petugas kepolisian Unit PPA Polresta Bekasi Kabupaten. (sam)